Pemerintahan

Ditkrimsus Polda Kalsel menetapkan Kadis PUPR Tanbu sebagai tersangka pengadaan lahan.

Banjarmasin – Kalsel, mitratnipolri.com :

Penyidik ​​Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan, akhirnya menetapkan Hernadi Wibisono (HW) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanah Bumbu – Kalimantan Selatan sebagai tersangka dugaan korupsi pembelian lahan fiktif untuk Kantor Pembangunan Kecamatan Simpang Empat Tanah Bumbu. Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi didampingi Kasubdit 3 Tipikor Ditreskrimsus Polda Kalsel AKBP Pol Dr. Fadli, dan Kanit Tipikor, AKP Matnur, serta Ifda Fauji Sanjaya ketika dilakukan press rilis dihalaman Ditreskrimsus Polda Kalsel, Kamis (13/6 /24).

Kabid Humas Kombes Pol Adam Erwindi menjelaskan bahwa yang bersangkutan melakukan pembelian lahan yang sudah tercatat menjadi aset daerah direkayasa ,dan dibeli kembali oleh yang bersangkutan dengan dana yang diletakkan pada Dinas PUPR, akibat perbuatannya inilah negara yang dirugikan mencapai hampir 5 miliar dan barang bukti yang berhasil disita sebesar 1 miliar 5 juta rupiah.

Selanjutnya ditambahkan oleh Kasubdit 3 Tipikor Ditreskrimsus Polda Kalsel AKBP Pol DR. Fadli bahwa “Subdit Tipikor berhasil mengungkap dugaan korupsi pengadaan tanah pada kantor Dinas PUPR Tanah Bumbu Kalsel,Tahun Anggaran 2023.
Penyelidikan atas perkara ini dilaksanakan sejak akhir tahun 2023, kemudian dinaikkan statusnya menjadi penyelidikan pada tanggal 19 Januari 2024, dengan memeriksa saksi sebanyak 32 orang dari pejabat di dinas PUPR dan pejabat Pengkab Tanah Bumbu.
Untuk menguatkan dihadirkan ahli dari Agraria dan auditor serta ahli pidana. Selanjutnya setelah dilakukan gelar perkara, ditetapkan untuk sementara satu orang tersangka yaitu HW Kadis PUPR Kab.Tanah Bumbu.”

Ketika ditanya awak media apa ada ke mungkinan pejabat Tanah Bumbu yang lebih tinggi bakal jadi tersangka berikutnya, Kabid Humas Kombes Pol Adam Erwindi senada dengan AKBP DR. Fadli tidak menampik menjawab bisa terjadi, sebab masih dilakukan pendalaman.

Jurnalis : Mardian Jafar (Kaperwil MMTP Kalsel).

Redaksi.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button