Ekonomi dan PembangunanSosial

Parlemen Jalanan Kalsel Menyoroti Keluhan Warga Akibat Terbengkalai Pekerjaan Jembatan Di Handil Katum Kec. Gambut.

Kalsel, mitratnipolri.com :

Parlemen Jalanan Kalsel gabungan dari beberapa LSM dan Ormas Anti Rasuah di Kalsel (PJ, LAI, GNPK. BPAI, KPADK, DLL), menyoroti adanya pekerjaan proyek dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Pemerintah Kabupaten Banjar, yang dikerjakan oleh kontraktor CV. Artgan Jaya Mulia (AJM) Banjarbaru.

Berdasarkan Laporan dan keluhan masyarakat yang ditindak lanjuti penelusuran di lapangan oleh Parlemen Jalanan bersama jurnalis Media@mitratnipolri.com menemukan ada rangkaian proyek pembangunan Jalan Poros, penimbunan dan pekerjaan jembatan yang tidak tuntas pekerjaannya di desa Tambak Sirang Laut, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar – Kalimantan Selatan, Senin ( 30/01/23).

Dari pantauan jurnalis Media@mitratnipolri.com yang mendampingi para aktivis dilapangan menemui Pembangunan Jalan Poros ini terlihat bentangan timbunan pengerasan jalan, sedangkan untuk jembatan hanya satu yang selesai yaitu yang berada di handil Gadang, sedangkan jembatan yang di handil Katum mangkrak sudah bertahun – tahun dibiarkan begitu saja dan timbunan tanah jembatan tersebut akhirnya menutupi aliran air, sehingga sangat merugikan masyarakat yang mayoritas pekerjaannya bertani.

Dari data yang didapat Proyek senilai Rp.2.352.458.290,35.- (Dua Milyar Tiga Ratus Lima Puluh Dua Juta Empat Ratus Lima Puluh Koma Lima Rupiah ) ditenderkan ditahun 2021 Tanggal 27 Agustus 2021 dengan Nomor Kontrak : 0105 KJ01/09/PPK-BM /DPUPR/2021, dikerjakan oleh CV.AJM.
Dimana dituangkan dalam kontrak timbunan pilihan dari sumber galian sepanjang 1275 meter, dengan jembatan Box Cullver serta gorong gorong pipa beton bertulang, pasangan batu.

Proyek yang menelan biaya cukup besar ini sangat disayangkan oleh masyarakat setempat , sebab jembatan yang seharusnya dikerjakan untuk kelancaran aktivitas warga, tidak dikerjakan sebagaimana mestinya.

Ketika dikonfirmasi via telpon oleh jurnalis media mitra TNI – Polri kepada direktur CV.Artgan Jaya Mulia ,Jumat siang ( 02/02) yang bersangkutan mengakui pekerjaan jembatan yang satu buah tidak dikerjakan sebab ada musibah banjir, dan pembayaran dipotong, ketika ditanya berapa presentasi yang dibayar oleh Dinas PUPR , jawabannya lupa berapa prosen.

Sementara warga masyarakat membantah adanya banjir, sebab disana sudah biasa adanya air pasang surut , tapi bukan banjir.
“Kami sangat mengharapkan agar pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, dapat meninjau dan menyelesaikan jembatan handil Katum ini, agar aliran air ke sawah dan ladang kami tidak terganggu, serta aktivitas warga berjalan lancar,” Tutur Dulah warga setempat.

Dikatakannya pula bahwa sebenarnya semua masyarakat sangat mengeluhkan gagalnya pembangunan jembatan handil Katum ini, namun keluhan warga tidak ada yang memperhatikan.

” Dengan adanya temuan pekerjaan yang mangkrak ini, kami tim Parlenen Jalanan akan bersurat kepada pihak yang berkompeten, dalam hal ini Dinas PUPR Pemkab. Banjar untuk mendapatkan kejelasan secara komprehenship, apa sebab terbengkalainya pekerjaan jembatan tersebut dan tindakan apa yang diambil terhadap penyedia jasa atau kontraktor yang kami anggap wanprestasi ? Kalau memang dimungkinkan, kami akan bawa permasalahan ini keranah hukum sesuai peraturan dan undang undang yang berlaku ” ujar Saruji yang diamini Ahmad Yunani

Sumber : (Mardian Jafar – Kaperwil Kalsel)

Redaksi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button